Saturday, July 11, 2020
Home > Profil > An-Nahl > Selayang Pandang Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an An Nahl

Selayang Pandang Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an An Nahl

 

I. Konsep Pendidikan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an An Nahl

Mengedapankan konsep Talaqqi atau Mulazamah, yaitu suatu konsep pendidikan yang berdasar pada :

  1. Memperkuat dasar satu ilmu sebelum membahas cabangnya
  2. Pembahasan ilmu yang berurut sesuai jenjangnya
  3. Fokus pada pembahasan yang dibutuhkan pada jenjangnya
  4. Proses transfer ilmu secara langsung dari lisan gurunya.

 

II. Dari Mana Gagasan Konsep Mulazamah ?

  1. Secara fithroh manusia tidak bisa mempelajari berbagai macam bidang ilmu dalam waktu yang bersamaan.
  2. Allah menurunkan ayat-ayat Al Qur’an secara bertahap begitu juga dengan beberapa hukum kepada umatnya.
  3. Inti sebuah bangunan dilihat dari pondasinya, apabila ia kokoh maka akan kokoh pula bagian bangunan lainnya, begitu juga bangunan ilmu.

III. Kenapa Harus Konsep Mulazamah?

  1. Merupakan konsep yang digunakan generasi awal Islam di dalam proses taklim mereka.
  2. Jangkaun ilmu yang luas membutuhkan dasar yang kuat untuk menguasainya.
  3. Menekankan penguasan materi yang lebih rendah sebelum menjangkau tingkat yang lebih tinggi.

IV. Study Kasus Sebagai Perbandingan

  • Banyak lulusan pesantren bahkan sampai perguruan tinggi yang sudah belajar ilmu syar’i bertahun-tahun namun tidak memahami permasalahan yang mudah bahkan tergolong masyhur bagi para penuntut ilmu syar’i.
  • Banyaknya bidang study yang dipelajari justru menjadi hambatan bagi para penuntut ilmu, sehingga malah menghalanginya untuk memahami dan menguasai satu bidang study saja darinya.
  • Kurangnya penguasaan terhadap materi dasar dalam satu disiplin ilmu menjadikan hambatan untuk menguasai materi pada jenjang setelahnya.
  • Ketergantungan kepada buku sehingga ia tidak mampu menjelaskan suatu permasalahan apabila jauh dari bukunya.

 

V. Teknis Konsep Mulazamah

Menjalankan tiga unsur penting sebagai modal pengayaan dasar ilmu :

  1. Hifzh ( Hafalan )
  2. Fahm (Pemahaman )
  3. Murajaah ( Pengulangan )

 

VI. Komposisi Hafalan Wajib Bagi Santri Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’and An Nahl:

  1. Al Qur’an 30 juz selama 3 tahun
  2. Hadits-hadits Adab Kitab Bulughul Maram, Hadits Arbain Nawawiyyah plus hadits-hadits pilihan
  3. Matan-matan pokok pada setiap disiplin ilmu di antaranya :
  • Tajwid : Tuhfatul Athfal
  • Ilmu Nahwu : Al Ajrumiyyah
  • Ilmu  Shorof : Al Amtsilah At Tasrifiyyah

 

Masa pendidikan di Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an An Nahl dibagi menjadi dua marhalah (tahapan) yaitu tahapan Tahfizhul Qur’an dan Bahasa serta tahapan dasar-dasar ilmu syar’i. Oleh karena itu untuk Ilmu Ushulul Fiqh, Mustholah Hadits, Fiqh lanjutan dan Nahwu lanjutan akan dihafalkan dan dipelajari di tingkat usia SLTA

 

VII. Kitab-kitab Muqorror Yang Di Pelajari Selama 6 Tahun

 

  1. Bahasa Arab : Durusul Lughoh Al Arobiyyah, Silsilah Ta’lim Lughoh Arobiyyah Matan Al Ajrumiyyah, Tuhfatus Sinniyyah, Amtsilah Tashrifiyyah
  2. Aqidah : Ushul Tsalatsah, Qowaid Arba’, Ushul Assittah, Kitabut Tauhid, Fathul Majiid, Aqidah Al Washitiyah
  3. Fiqh Dan Wa Ushuluh : Matan Abi Suja’, Syarah Ibnu Qosim Al Ghozi, Matan Waroqoot, As Sulam, Qowaid Fiqhiyyah As Sulam, Matan Rohabiyyah.
  4.  Hadits  Wa Ushuluh : Arbain Nawawi, Umdatul Ahkam, Matan Baiquniyyah, Taisiir Mustholahul Hadits.
  5.  Tafsir : Taisiir Karimir Rahman
  6.  Tajwid : Tuhfatul Athfal
  7.  Durus Amm : Hilyah Tholibul Ilmi, Riyadhus Shalihiin, Taisir Karimir Rahman, Siroh An Nabawiyyah

 

 

Penjelasan Teknis Sistem Mulazamah Murni

 

  1. Tidak ada pengelompokan dengan jenjang kelas, pengelompokan disesuaikan dengan kompetensi santri di dalam memahami dan menguasai suatu kitab
  2. Tidak ada pembatasan waktu di dalam mengajar suatu kitab melainkan mengacu kepada kemampuan anak di dalam mengikuti pembelajaran kitab tersebut
  3. Santri yang dianggap belum menguasai pemahaman suatu kitab diminta untuk mengulang pelajaran kitab tersebut
  4. Masa Pembelajaran minimal santri 6 tahun
  5. Bagi yang memiliki kompetensi baik sehingga mampu menyelesaikan target minimal pembelajaran dalam waktu kurang dari 6 tahun akan diikutkan di dalam mengajar adik kelasnya dan baginya ada tambahan materi melebihi target minimal pembelajaran.
  6. Bagi yang memiliki kompetensi kurang sehingga belum menyelasaikan target minimal dalam waktu 6 tahun diperbolehkan menambah waktu maksimal 2 tahun agar mendapatkan predikat lulus dari Ma’had
  7. Para Asatidz pengajar memulai pelajaranya dari jam 07.30 sampai jam 11.30 dengan membuka pelajaran yang dibutuhkan para santri sesuai dengan jenjang pembelajaran kitab yang telah di tentukan
  8. Apabila memerlukan waktu tambahan karena banyaknya kelas kitab yang dibuka maka para asatidz akan membuka pelajaran di jam sore atau malam
  9. Para santri diwajibkan mengambil pelajaran dalam satu harinya minimal 2 kitab dari disiplin ilmu yang berbeda sesuai dengan arahan para asatidz
  10. Waktu belajar efektif pada pagi hari terdiri dari dua point yaitu
  • Pemahaman materi
  • Menghafal mutun ilmi yang dilakukan bergantian dengan waktu yang sudah ditentukan secara proporsional
  1. Ketika para santri kosong dari pelajaran materi suatu kitab maka ia gunakan waktu tersebut untuk menghafal dan mengulang hafalan suatu matan ilmi dengan bimbingan dari para asatidz ( musyrif ) yang telah di tentukan
  2. Untuk melengkapi beberapa pelajaran yang belum ada pada silsilah buku yang wajib dipelajari maka ditambahkan di setiap harinya kajian kitab umum yang diikuti oleh semua santri dalam waktu yang bersamaan
  3. Sistem penilaian dan perapotan menggunakan syahadah/ijazah yang di berikan langsung setelah seorang santri menyelesaikan pembelajaran satu kitab dan lulus ujian dengan disematkan bersamanya predikat nilai tertentu
  4. Beberapa santri yang mendapatkan nilai baik dan dianggap mampu mengajarkan suatu kitab akan diberikan ijazah legalitas di dalam mengajar

 

 

 

 

SILSILAH PEMBELAJARAN MULAZAMAH

Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an An Nahl

MARHALAH I (3 tahun)

I’dad Lughowi Dan Qur’an

 

AL QUR’AN DAN TAJWID LUGHOH ARABIYYAH
Hafalan Qur’an Minimal 1 hal per hari Durus Lughoh Arobaiyyah Jilid 1, 2
Hafalan Hadits Min 1 Hadits per pekan Silsilah Ta’liim Lughoh Arabiyyah  (Fahmul Maqru’ dan Ta’bir)
Ilmu Tajwid Silsilah Lughoh Arabiyyah (Shorof dan Nahwu)
Tuhfatul Athfal * Amtsilah Tasrifiyyah*
Matnul Bina’
Al Ajrumiyyah*
Tuhfah Sinniyah
Qowaid Imla’

 

MARHALAH II (3 tahun)

Silsilah Durus Aqidah Dan Fiqih

AQIDAH FIQIH
Ushul Tsalatsah* Matan Abi Suja’*
Laamiyyah Ibnu Taimiyyah* Fathul Qoriib
Haa’iyyah Abi Dawud* Rahabiyyah*
Kitabut Tauhid* Kifayatul Akhyar

 

Silsilah Durus Ilmu Alat

 

Ushul Fiqih Ilmu Hadits
Matan Waroqot Al Baiquniyyah*
Nadzmul Waroqot Imriithi* Qoshobus Sukkar*
Qowaid Fiqih As Sullam* Nukhbatul Fikr

                 

*Matan yang dihafal

 

DESKRIPSI KITAB DAN KOMPETENSINYA

 

Nama Kitab Nama Pengarang Deskripsi Singkat Standar Kompetensi
Ilmu Tajwid Tim penyusun Ponpes Darus Salam Gontor Kitab tentang  kaedah kaedah dasar dalam ilmu Tajwid ( kaedah membaca Al Qur’an) Memahami kaedah membaca Al Qur’an dengan benar dan mampu menerapkannya ketika membaca Al Qur’an
Tuhfatul Athfal Syaikh Sulaiman Ibnu Ahmad Al Jamzuury Kitab tentang kaedah kaedah dasar dalam ilmu Tajwid berbahasa Arab dengan susunan bait bait syair yang rapi

 

Mengetahui dasar rujukan di dalam ilmu Tajwid
Durusul Lughoh Al Arobiyyah Imam Zarkasyi dan Imam Syubani Kitab tentang pengajaran Bahasa Arab yang sangat sistematis dan diterapkan di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo dan pondok-pondok alumninya Memahami dasar-dasar bahasa Arab secara aktif dan pasif (percakapan dasar dan pemahaman kalimat dari bacaan atau perkataan )

 

Silsilah lughoh Arabiyyah

(Fahmul Masmu’ dan Ta’bir)

Kitab tentang pengenalan bahasa arab bagi pemula yang menekankan kepada pemahaman maksud kata dan kalimat arab serta beberapa latihan di dalam merangkai kalimat berbahasa Arab

 

Memahami dasar-dasar bahasa Arab secara aktif dan pasif (percakapan dasar dan pemahaman kalimat dari bacaan atau perkataan )
Silsilah Lughoh  Arabiyyah

(Shorof dan Nahwu)

Kitab tentang pengenalan bahasa arab bagi pemula yang menekankan kepada pemahaman kaedah kaedah dasar di dalam perubahan kata dan merangkainya ke dalam kalimat

 

Mampu berbahasa Arab secara fasih sesuai kaedah dasar yang di pelajari
Amtsilah Tasrifiyyah Kitab tentang dasar kaedah-kaedah perubahan kosa kata bahasa Arab (morfologi) Mampu mengenal banyak kosa kata dengan menerapkan kaedah yang telah di hafal dari kitab

 

Matnul Bina’ Kitab tentang pendasaran kaedah kaedah perubahan kosa kata bahasa Arab (morfologi) Mampu mengenal banyak kosa kata dengan menerapkan kaedah yang telah di hafal dari kitab

 

 

Al Ajrumiyyah Ibnu Ajrum Muhammad bin Muhammad As Shonhaji Kitab tentang pembahasan kaedah pembentukan suatu kalimat bahasa Arab dan kedudukan kata di dalam suatu kalimat Mengetahui rujukan berbahasa secara fasih dan mampu mendudukan kedudukan kata dalam kalimat (i’rob)

 

Tuhfah Sinniyah Muhyiddin Abdul Hamid Kitab pelengkap dari kitab Ajrumiyyah yang berisi penjabaran kaedah dalam Ajrumiyyah serta tambahan faedah yang belum terdapat di dalamnya

 

Mengetahui rujukan berbahasa secara fasih dan mampu mendudukan kedudukan kata dalam kalimat (i’rob)

 

Kitab Imla’ Min Silsilah Lughoh Arabiyyah Kitab tentang kaedah penulisan kata dan kalimat bahasa Arab Mampu menulis Arab dengan baik dan benar

 

Ushul Tsalatsah Syaikh Muhammad bin abdul Wahhab Kitab tentang mengenal Allah, Rasulullah dan Dienul Islam Mengetahui pilar pilar dasar ilmu Islam dan kewajiban hidup di dunia

 

Laamiyyah Ibnu Taimiyyah Syaikhul islam Ibnu Taimiyyah Kitab yang menerangkan tentang asas dasar keyakinan agama Islam secara ringkas berupa bait-bait syair yang rapi (16 bait)

 

Mengetahui asas dasar keyakinan agama Islam
Ha’iyyah Abi Dawud Imam Abu Dawud Kitab yang menerangkan tentang asas dasar keyakinan agama islam secara ringkas berupa bait-bait syair yang rapi (36 bait)

 

Mengetahui asas dasar keyakinan agama Islam
Kitab Tauhid Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Kitab yang menerangkan dalil-dalil Tauhid dan larangan syirik Mampu menjabarkan dalil suatu perkara aqidah serta menerangkan hukumnya

 

Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam Ibnu Hajar Al Asyqolani Kitab kumpulan hadits tentang hukum syari’ah dan fiqih Mampu memahami dasar hukum dalam berbagai permasalahan fiqih
Matan Abi Suja’ Imam Abi Syuja’ Kitab tentang permasalahan fiqih berikut hukumnya menurut madzhab Syafi’i Mampu memahami dasar permasalahan fiqih dan hukumnya

 

Fathul Qorib Imam Muhammad Ibnu Qosim Al Ghozi Penjabaran dari kitab Matan Abi Syuja’ Mampu memahami dasar permasalahan fiqih dan hukumnya secara lebih terperinci

 

Rahabiyyah Imam Ar Rahaby Kitab tentang hukum hukum dan kaedah didalam pembagian harta waris

 

Mampu membagi harta waris kepada yang berhak
Kifayatul Akhyar Abu Bakar bin Muhammad Al Hishny Kitab tentang  deskripsi permasalahan fiqih dan hukumnya disertai dalil dan sedikit perbedaan pendapat di dalamnya menurut madzhab Syafi’i

 

Mengenal dalil dalil dalam masalah fiqih serta perbadaan pendapat di antara ulama madzhab Syafii
Matan Waraqoot Abul Ma’aly Al Juwaini Kitab tentang pokok pokok cara mengambil kesimpulan dari sebuah dalil

 

Mampu mengenal istilah dasar-dasar pengambilan dalil
Nadzmul Waraqoot Imriithi Imam Al ‘Imrithy Matan Waraqoot yang di susun dengan bentuk bait-bait syair yang rapi Mampu mengenal istilah-istilah serta tata cara dasar  pengambilan kesimpulan dari dalil-dalil syar’i
Qowaid Fiqih As Sullam Kitab yang berisi kumpulan kaedah dasar didalam menentukan hukum permasalahan fiqih Mampu mengetahui dasar pengambilan hukum permasalahan fiqih

 

Al Baiquniyyah Umar bin Muhammad Al Baiquny Kitab yang berisi istilah di dalam ilmu hadits beserta deskripsi singkat tentangnya Mengenal istilah yang di pake oleh Ahli Hadits dalam menghukumi suatu Hadits

 

Qoshobus Sukkar Imam Muhammad bin Ismail (Amir) As Shon’any Kitab yang berisi istilah di dalam ilmu hadits beserta deskripsi singkat tentangnya yang disusun dalam bentuk bait syair yang rapi Mengenal dan menghafal istilah yang di pake oleh Ahli Hadits dalam menghukumi suatu Hadits

 

Nukhbatul Fikr Fi Mustholahi Ahlil Atsar Imam Ibnu Hajar Al Asqolany Kitab yang berisi istilah di dalam ilmu hadits beserta deskripsi rinci tentangnya serta Mengenal lebih rinci istilah yang di pake oleh Ahli Hadits dalam menghukumi suatu Hadits

 

 

 

                                            

 

 

TATA TERTIB SANTRI

PONDOK PESANTREN TAHFIZHUL QUR’AN AN NAHL

 

A. ASAS

Setiap santri berkewajiban mengikuti dan mengamalkan Al-Quran dan sunnah Rasulullah shollallohu ‘alaihi wasallam.

B. DISIPLIN KEAMANAN

  1. Seluruh santri wajib tinggal di dalam asrama sekolah.
  2. Keluar-masuk kampus Ma’had harus seizin dari Staf Pengasuhan Santri.
  3. Dilarang memakai atau mengambil hak milik orang lain tanpa seizin pemiliknya.
  4. Dilarang berhubungan dengan orang kampung apalagi wanita.
  5. Seluruh santri dilarang untuk merokok.
  6. Tidak diperkenankan untuk menyimpan dan memiliki :
    1. Senjata tajam dan senjata api.
    2. Foto wanita dan gambar-gambar yang tidak sesuai dengan alam pendidikan.
    3. Buku-buku mujarobat, perdukunan, majalah wanita, novel, komik dan bahan-bahan bacaan yang tidak sesuai dengan alam pendidikan di Ma’had.
    4. Benda-benda atau bacaan yang dianggap sebagai jimat.
    5. Alat-alat elektronik (hand phone, walkman, kamera dan sejenisnya).
  7. Seluruh santri dilarang untuk mengikuti secara aktif kegiatan-kegiatan luar yang membahayakan, seperti demonstrasi, unjuk rasa dan lain-lain.
  8. Memakai celana panjang atau pakaian tidur sewaktu akan tidur
  9. Tidur malam pada pukul 21.00 dan terlebih dahulu membaca do’a dan bangun pada pukul 03.30. .

 

C. DISIPLIN PAKAIAN DAN KERAPIAN

  1. Dilarang memakai:
    1. Pakaian jeans.
    2. Celana cutbry atau berpotongan sempit.
    3. Pakaian yang bergambar/bertuliskan nama kelompok, suku atau daerah, golongan tertentu, partai politik.
    4. Pakaian yang tidak sesuai dengan alam pendidikan Ma’had.
  2. Setiap pakaian santri harus mempunyai identitas kepemilikan (nama).
  3. Rambut harus berpotongan rapi, pendek dan sopan.

 

D. DISIPLIN ETIKA (KESOPANAN)

  1. Berakhlaq mulia.
  2. Seluruh santri harus menjaga kesopanan di dalam bertingkah laku dan bertindak.
  3. Seluruh santri dianjurkan untuk mengucapkan salam ketika berjumpa dengan sesama penghuni Ma’had.
  4. Wajib mengucapkan salam ketika masuk kamar atau kantor.
  5. Dilarang masuk ke kamar guru (ustadz) tanpa izin.
  6. Tidak diperbolehkan membawa tamu ke kamar kecuali setelah mendapatkan izin dari staf pengasuhan santri.

 

E. DISIPLIN KETERTIBAN UMUM

  1. Tunduk dan ta’at kepada peraturan-peraturan Ma’had selama menjalani proses pendidikan dan pengajaran Ma’had.
  2. Mengikuti seluruh kegiatan yang diadakan Ma’had, seperti; belajar berpidato, lari pagi, muhadastah dan kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh santri
  3. Dilarang membuat keributan, kegaduhan dan suara-suara yang dapat mengganggu ketenangan, khususnya ketika berada di dalam masjid.
  4. Tidak diperkenankan untuk memasang kalender yang berbau politik, golongan, kedaerahan dan yang tidak sesuai dengan alam pendidikan di Ma’had.
  5. Dilarang meninggalkan sandal dan sepatu di sembarang tempat.
  6. Sepatu/sandal diletakkan di rak yang sudah disediakan.

 

F. DISIPLIN KEBERSIHAN DAN KESEHATAN

  1. Dilarang membuang sampah di sembarang tempat.
  2. Dilarang makan di dalam kamar (kecuali bagi yang sakit).
  3. Bagi santri yang mempunyai penyakit yang beresiko tinggi agar menyelesaikan pengobatannya di rumah dan diharapkan meminta surat keterangan dari dokter.

 

G. DISIPLIN IBADAH [1]

  1. Seluruh santri wajib melaksanakan sholat berjama’ah 5 waktu
  2. Seluruh santri wajib melaksanakan puasa Senin-Kamis
  3. Seluruh santri wajib melaksanakan shalat Tahajjud dan Dhuha.
  4. Seluruh santri diwajibkan untuk menyempurnakan sholat fardhunya dengan shalat rowatib.

 

H. DISIPLIN BAHASA

    1. Bahasa resmi di Ma’had adalah bahasa Arab dan Inggris. [2]
    2. Penggunaan selain bahasa Resmi Pesantren adalah sebuah pelanggaran yang akan diberikan sanksi.
    3. Dilarang bercakap-cakap dengan bahasa daerah.

 

I. KESALAHAN YANG HARUS SELALU DIHINDARI

    1. Menghina dan memfitnah orang lain.
    2. Melakukan pelanggaran norma susila.
    3. Merusak bahasa resmi.
    4. Bercanda berlebihan

 

J. PELANGGARAN BERAT

  1. Pelanggaran syari’ah yang termasuk dalam perbuatan dosa besar (Al Kaba’ir) seperti mencuri, minum khamr dan NAPZA.
  2. Pergi ke Warnet, Play Station dan Game Online
  3. Berpacaran
  4. Berkelahi
  5. Keluar dari kota Grabag tanpa izin dari pengasuh

 

Hukuman untuk pelanggaran berat ini adalah :

  • Diberikan surat peringatan pertama kepada orang tua/wali santri
  • Jika setelah mendapat surat peringatan pertama santri masih mengulangi pelanggaran berat lagi, maka langsung akan dikeluarkan tanpa diberikan surat peringatan terlebih dahulu.

 

L. HUKUMAN (KONSEKWENSI)

Barangsiapa yang tidak tunduk kepada peraturan Ma’had, maka kepadanya diberikan hukuman berupa;

  1. Dengan memberikan tugas peningkatan diri, seperti membuat makalah, menghafal kosa kata bahasa Arab.
  2. Diskorsing satu tahun pelajaran.
  3. Dikeluarkan dari Ma’had
  4. Diberikan hukuman yang ditentukan bagian pengasuhan santri.

 

 

 

JADWAL KEGIATAN SANTRI

PONDOK PESANTREN TAHFIZHUL QUR’AN AN NAHL

JAM KEGIATAN DURASI WAKTU
03.30 – 04.00 Bangun tidur persiapan sholat 30 menit
04.00 – 04.45 Hafalan Mandiri/Persiapan Setoran 45 menit
04.45 – 05.00 Sholat Shubuh 15 menit
05.00 – 05.45 Halaqoh Al Qur’an 30 menit
05.45 – 06.15 Muhadatsah Pagi 30 menit
06.00 – 07.30 Mandi, cuci dan sarapan pagi 90 menit
07.30 – 09.00 Persiapan Setoran 90 menit
Sholat Dhuha
Setoran Hafalan
09.0 – 12.00 Setoran Hafalan 3 jam
Halaqoh Hadits
Halaqoh  Bahasa Arab
12.00 – 12.30 Sholat Dhuhur 30 menit
12.30 – 13.30 Makan siang 60 menit
13.30 – 15.00 Istirahat 90 menit
15.00 – 15.30 Sholat Asar 30 menit
15.30 – 17.00 Halaqoh Tahsin Al Qur’an 90 menit
Halaqoh Muraja’ah
17.00 – 17.45 Istirahat, mandi 60 menit
Maghrib – Isya’ Kajian Umum / Tasmi’
19.30 – 20.00 Makan malam 30 menit
20.00 – 21.00 Halaqoh Bahasa Arab 60 menit
21.00 – 03.30 Istirahat 6,5 jam

 

KETERANGAN

  1. Materi Kajian Umum (Dars Aam) adalah Hilyah Thalibil Ilm, At Tibyan Fii Adabi Hamalatil Qur’an (Adab), Ar Rijal Hawlar Rasul (Siroh Shohabah), Syarh Ushul Tsalatsah (Aqidah)

[1]  kecuali berhalangan Syar’i

[2]  Setelah 6 bulan masa belajar